KEKASIH TERHEBAT

https://www.youtube.com/watch?v=CuCzxDukoU4

Selasa, 23 Juni 2020

SANG GURU AGUNG (Segudang prestasi dan profesi)


SANG GURU AGUNG
(Segudang prestasi dan profesi)


“Guru Agung” adalah nama yang disematkannya dalam blog. Lelaki lulusan  pendidikan S1 Universitas Negeri  Jakarta (UNJ) vakultas Pendidikan Sejarah dengan tambahan program minor Antropologi ini sangat suka dengan kisah-kisah kepahlawanan. Hal inilah yang mengantarkannya  menjadi guru sejarah dan IPS.
Agung Pardini, nama asli dari  “Guru Agung” berhasil lulus kuliah tahun 2008. Akan teta[i, sejak tahun 2001 beliau sudah mengajar pada belasan institusi yang berbeda, mulai dari sekolah formal (SMP dan SMA), Bimbingan Belajar, Program Pengayaan Ujian, hingga Pembelajaran Paket Non-Formal atau PKBM.
Lelaki kelahiran 28 Jumaddil Awwal 1401H ini tinggal di Kandang Roda RT 03/04, No. 82 Kel. Nanggewer Kec. Cibinong  Kab. Bogor  Jabar  16912. Sejak tahun 2008 hingga sekarang ini, beliau aktif di lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa. Beliau menjalankan amanah pengelolaan dana zakat, infaq, dan shodaqoh untuk disalurkan kepada yang berhak.
Selain sebagai pengajar di banyak lembaga pendidikan non-formal, sejak tahun  2006 – 2007   Guru Agung  menjadi korektor Buku Mata Pelajaran (Asisten Editor) di ESIS / Erlangga. Tahun 2008 – 2012 beliau menjadi Trainer dan Konsultan Pendidikan di MAKMAL PENDIDIKAN LPI-DD. Tahun 2012 – 2014 beliau bekerja sebagai Manajer Pengembangan Kualitas Pendidikan MAKMAL PENDIDIKAN, Tahun 2010 – skrg, Agung Pardini menjadi   Pengasuh  PAUD Nusa Indah Cibinong. Tahun 2014 – 2016 , beliau diangkat sebagai Direktur Sekolah Guru Indonesia. Tahun 2016 – skrg beliau menjadi Master Teacher Sekolah Guru Indonesia. Pada tahun 2017 – 2018 menjabat sebagai GM Sekolah SMART Ekselensia Indoensia Dompet Dhuafa. Dan tahun 2019 – skrg  beliau menjadi GM Sekolah Kepemimpinan Bangsa yang mengelola Bestudi ETOS.ID dan Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA)
Di tengah kesibukannya, Agung Pardini masih tetap produktif. Hal itu bisa dilihat dari berbagai hasil karyanya, di antaranya adalah Pelatihan Menulis: MENULIS ARTIKEL, menulis opini “Sekolah Berbasis Masyarakat      di Jurnal Bogor, 17 Oktober 2009, menulis opini yang berjudul “Mengajar Siswa Gemar Membaca” di Radar Bogor, 8 Maret 2010. Menulis opini yang berjudul Pendidikan dalam Alienasi Birokrasi di             Koran Tempo, 16 Mei 2013. Dan pada tahun 2020 menulis Opini “Transformasi Kelas Ajar” di Republika.

Minggu, 14 Juni 2020

WIJAYA KUSUMAH, GURU INSPIRATIF


WIJAYA KUSUMAH, GURU INSPIRATIF
Oleh
I.            Mufidah

“Sudahkah Anda menjadi guru inspiratif?” sapanya di siang itu. Senyum ramah yang selalu menghias bibirnya, tutur katanya sangat enak didengarkan telinga, dan pilihan katanya santun membuat hati pendengar adem. Itulah Wijaya Kusumah Trainer, Teacher, Blogger, Fotografer, Motivator, Pembicara Seminar, Workshop PTK, dan Praktisi ICT. Segudang prestasi telah diraihnya, tak membuatnya menjadi sombong. Sikapnya bag filosofis padi, “semakin berisi, semakin merunduk”.
Om Jay, begitu sapaan akrab anak didiknya kepada lelaki yang senantiasa berpenampilan religius.  Siang itu, beliau kembali mengupload vidio inspiratifnya.  Menurut beliau, guru inspiratif adalah guru yang bisa menjadi inspirasi bagi keluarganya, siswanya, teman-tamannya dan semua orang yang ada di sekitarnya. “Untuk menjadi guru inspiratif, mulailah dari diri sendiri,” ujar Om Jay menjelaskan.
Guru inspiratif adalah guru yang senang berbagi ilmu. Seperti yang telah dilakukan Om Jay di masa pandemi ini. Om Jay mengajak teman-temannya berbagi ilmu, menerbitkan buku hasil karya guru secara gratis. Hal ini dilakukan karena Om Jay sering melihat guru-guru yang ingin menerbitkan hasil karyanya malah harus membayar. “Maka dengan memanfaatkan penerbit Mayor, guru-guru dapat menerbitkan bukunya secara gratis. Bahkan dari penjualan buku, si penulis akan mendapatkan royalti,” tutur Om Jay menyemangati guru-guru untuk menghasillkan karya tulisnya.
Om Jay yang selalu menunjjukkan ketaqwaannya bertutur, bahwa guru inovatif adalah guru yang mampu meneladani sifat Rosulullah berperilaku dalam kehidupan di dunia. Di antaranya adalah sidiq, fatonah, amanah, dan tabliq. Sidiq adala berkata benar, Fatonah berarti cerdas. Amanah bermakna dapat dipercaya, dan Tabliq berarti mampu mengomunikasikan. Pada saat “pandemi” ini lah kesempatan guru inovatif untuk menunjukkan dan melaksanakan sifat kenabihan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga para guru tidak hanya “mengeluh”, karena “keluhan” akan membuat kita semakin terpuruk. Akan tetapi guru inovatif mampu menunjukkan keteladanannya dengan sikap, perilaku, dan tutur kata yang jujur. Mampu menunjukkan kecerdasannya dengan mencari dan memberi solusi terbaik, dapat melaksanakan tugas yang diamanahkannya dengan sebaik mungkin, dan mampu berkmunikasi dengan siswa, wali murid, sesama guru, dan masyarakat, sehingga dapat ikut menciptakan suasana yang kondusif.
Agar guru dapat melakukan hal tersebut di atas, Om Jay menyarankan agar setiap guru pandai memanfaatkan sarana IT untuk berkolaborasi dengan semua grup-grup yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru. “Berkolaborasilah, saling berbagi, dan saling menyayangi sehingga kita akan mendapatkan banyak manfaat untuk kebaikan diri kita,” tutur Om Jay diakhir pembicaraan.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Akhirnya penulis teringat nasihat bijak. “jika ingin bau harum, bertemanlah dengan penjual parfum,  maka keharumannya akan menempel di badanmu. Jika ingin pandai, berkawanlah dengan orang-orang yang cerdas dan menginspirasi niscya kita akan terinspirasi untuk melakukan hal yang positif.  
Terimakasih Om Jay, bersyukur saya dapat mengikuti pelatihan menulis gelombang 12. Semoga saya dpt termotivasi menulis dan berbuat sidiq, fatonah, amanah, dan tablig dalam kehidupan duniawi saya.